Jumat, 24 Mei 2013

Kisah Nyata: Menabrak Polisi, Dapat Jodoh


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Aku tak tahu, apakah ini kesialanku atau keberuntunganku. Satu yang kutahu, inilah jalan yang diberikan Allah untuk bertemu jodohku. Meski awalnya, aku merasa sial karena kecelakaan itu dan aku harus mengganti rugi tidak sedikit. Toh akhirnya justru kesialanku itu membawaku ketemu jodoh.

Ceritanya begini, secara tak sengaja aku menabrak seorang polisi sepulang kuliah. Tak kusangka “motor butut”-ku bisa merusak total motornya yang bernilai puluhan juta. Perasaan, mataku sudah fokus ke jalan, tak jelalatan kemana-mana. Doa juga sudah kubaca saat aku menyalakan mesin motor di parkiran I kampus.


Memang sudah apes dan inilah yang dinamakan takdir. Nggak diminta dan meski sudah hati-hati eh… nabrak juga, … polisi lagi.
Aku dan motorku sempat juga jungkir balik, Alhamdulillah lukaku tak seberapa parah, meski jidatku sempat berdarah-darah dan tanganku terkilir, serta luka lecet hamper diseluruh tubuh. Meski tak sampai membuatku pingsan, aku harus merasakan mondok tiga hari di rumah sakit.

Sementara polisi yang kutabrak tak separah aku. Tapi justru motornya yang parah, sempat aku ciut nyali saat temen-temen polisi dan orang-orang mengerumuniku. Di TKP teman-teman polisi itu justru yang marah-marah dan bersikap agak keras padaku, tapi mas polisi itu justru minta teman-temannya bersikap baik dan sabar padaku.

“Sudah, nggak papa namanya juga nggak sengaja, memang ada orang mau nabrak atau ditabrak? Jangan kasarlah aku baik saja kok. Kayaknya motor yang kena, nanti kan bisa diselesaikan baik-baik”.

Aku dibuat kagum bahkan polisi yang kutabrak itu berbaik hati mengantarku ke rumah sakit dan mengabari keluarga dirumah. Selama tiga hari itu dia juga menyempatkan diri menjengukku di rumah sakit. Kami jadi akrab karenanya.

Nah, setelah keluar dari rumah sakit aku mulai disibukkan urusan ganti rugi onderdil motor senilai puluhan juta itu. Ganti rantai saja nilainya jutaan rupiah, itu pun belum spare part lain.

Makanya hampir seluruh tabungan hasil kerja sampinganku ludes semua. Tapi aku memang harus bertanggungjawab bukan? Aku tak mau menyusahkan orangtua soal ganti rugi, hingga aku bilang ke mas polisi cuma bisa mencicil sedikit demi sedikit.

Seperti biasa, kali ini aku ke rumah mas polisi untuk mencicil ganti rugi. Ini keempat kalinya aku kesana. Sambil tersenyum dan mengucapkan terima kasih dia menerima “setoranku”. Dan seperti biasa pula kami ngobrol sejenak. Tak kusangka dia tiba-tiba bertanya, “sudah ada gambaran nikah belum?” tanyanya padaku
sambil mesem-mesem.

“Ya kadang pingin juga mas, kerja kecil-kecilan insya Allah sudah ada, pinginnya nggak nunda-nunda, tapi jodohnya belum ada”. Jawabku sambil cengar-cengir.

“Mau sama adikku? Serius nih, orangnya pake jilbab gedhe kamu carinya kan yang kayak gitu”. Mas polisi bilang gitu mungkin karena celanaku yang “kayak orang kebanjiran” seperti temen-temen kampus yang suka meledekku.

“Bener kok, serius!” Ujarnya menegaskan.

Sore itu aku pulang dan berjanji memikirkan tawarannya. Setelah berkonsultasi dengan orang tua dua pekan kemudian kuberikan jawaban “Ya”. Tentu saja, akhwat dan keluarganya sudah tahu keadaanku yang perbedaannya ibarat langit dan bumi dengan mereka yang dari keluarga berada. Meski awalnya minder, sikap bapak akhwat yang begitu baik membuatku percaya diri, pesannya padaku singkat.

“Laki-laki yang bisa menjadi imam dan tanggungjawab, satu lagi jaga anak perempuan saya, dia sepenuhnya saya titipkan ke kamu”.

Meski diberi tanggungjawab yang tak ringan, hatiku serasa diguyur es, sejuk…. Rasanya. Aku segera pulang ke awang-awang sepulang nazhar. Mas Har, si mas polisi yang kutabrak itu mencegatku, ia menyerahkan amplop tebal padaku.

“Ini uang yang kamu titipkan padaku, ini hadiahku tapi bener ya cepet jemput bidadarimu! Ia memukul pundakku ringan dan pergi tanpa memberiku kesempatan bertanya lagi.

Masya Allah, di rumah, begitu kubuka amplop ternyata isinya uang sesuai ganti rugi motor yang kuberikan kepada mas Har. Segera kuhubungi mas Har lewat telepon, tapi ia tertawa ringan.

“Aku sudah bilang, itu untuk calon adikku”.

Berkaca-kaca saat kututup telepon sambil tak henti-hentinya bersyukur. Sudah nabrak orang, dikasih adiknya, dipercaya orangtuanya, uang ganti ruginya masih dikembalikan padaku.

Semalaman aku tak bisa tidur entah karena senang atau bingung. Uang senilai hampir sepuluh juta itu, kuberikan sebagai mahar saat akad nikah buat istri. Tepat sebulan sebelum Ramadhan.

Kini kami sudah punya 2 momongan, insya Allah beberapa bulan lagi akan bertambah seorang lagi. Mas Har menikah 2 tahun kemudian, ia baru punya satu momongan, Alhamdulillah kami semua hidup bahagia. Mas har dan istrinya juga mulai tertarik manhaj mulia ini. Dan itu menambah kebahagiaan kami.

Wallahua’lam bish Shawwab ….
Barakallahufikum ….

… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …

Sumber : Majalah nikah sakinah volume 9 no 6 dengan sedikit perbaikan tulisan

Kisah Nyata: Menabrak Polisi, Dapat Jodoh


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Aku tak tahu, apakah ini kesialanku atau keberuntunganku. Satu yang kutahu, inilah jalan yang diberikan Allah untuk bertemu jodohku. Meski awalnya, aku merasa sial karena kecelakaan itu dan aku harus mengganti rugi tidak sedikit. Toh akhirnya justru kesialanku itu membawaku ketemu jodoh.

Ceritanya begini, secara tak sengaja aku menabrak seorang polisi sepulang kuliah. Tak kusangka “motor butut”-ku bisa merusak total motornya yang bernilai puluhan juta. Perasaan, mataku sudah fokus ke jalan, tak jelalatan kemana-mana. Doa juga sudah kubaca saat aku menyalakan mesin motor di parkiran I kampus.


Memang sudah apes dan inilah yang dinamakan takdir. Nggak diminta dan meski sudah hati-hati eh… nabrak juga, … polisi lagi.
Aku dan motorku sempat juga jungkir balik, Alhamdulillah lukaku tak seberapa parah, meski jidatku sempat berdarah-darah dan tanganku terkilir, serta luka lecet hamper diseluruh tubuh. Meski tak sampai membuatku pingsan, aku harus merasakan mondok tiga hari di rumah sakit.

Sementara polisi yang kutabrak tak separah aku. Tapi justru motornya yang parah, sempat aku ciut nyali saat temen-temen polisi dan orang-orang mengerumuniku. Di TKP teman-teman polisi itu justru yang marah-marah dan bersikap agak keras padaku, tapi mas polisi itu justru minta teman-temannya bersikap baik dan sabar padaku.

“Sudah, nggak papa namanya juga nggak sengaja, memang ada orang mau nabrak atau ditabrak? Jangan kasarlah aku baik saja kok. Kayaknya motor yang kena, nanti kan bisa diselesaikan baik-baik”.

Aku dibuat kagum bahkan polisi yang kutabrak itu berbaik hati mengantarku ke rumah sakit dan mengabari keluarga dirumah. Selama tiga hari itu dia juga menyempatkan diri menjengukku di rumah sakit. Kami jadi akrab karenanya.

Nah, setelah keluar dari rumah sakit aku mulai disibukkan urusan ganti rugi onderdil motor senilai puluhan juta itu. Ganti rantai saja nilainya jutaan rupiah, itu pun belum spare part lain.

Makanya hampir seluruh tabungan hasil kerja sampinganku ludes semua. Tapi aku memang harus bertanggungjawab bukan? Aku tak mau menyusahkan orangtua soal ganti rugi, hingga aku bilang ke mas polisi cuma bisa mencicil sedikit demi sedikit.

Seperti biasa, kali ini aku ke rumah mas polisi untuk mencicil ganti rugi. Ini keempat kalinya aku kesana. Sambil tersenyum dan mengucapkan terima kasih dia menerima “setoranku”. Dan seperti biasa pula kami ngobrol sejenak. Tak kusangka dia tiba-tiba bertanya, “sudah ada gambaran nikah belum?” tanyanya padaku
sambil mesem-mesem.

“Ya kadang pingin juga mas, kerja kecil-kecilan insya Allah sudah ada, pinginnya nggak nunda-nunda, tapi jodohnya belum ada”. Jawabku sambil cengar-cengir.

“Mau sama adikku? Serius nih, orangnya pake jilbab gedhe kamu carinya kan yang kayak gitu”. Mas polisi bilang gitu mungkin karena celanaku yang “kayak orang kebanjiran” seperti temen-temen kampus yang suka meledekku.

“Bener kok, serius!” Ujarnya menegaskan.

Sore itu aku pulang dan berjanji memikirkan tawarannya. Setelah berkonsultasi dengan orang tua dua pekan kemudian kuberikan jawaban “Ya”. Tentu saja, akhwat dan keluarganya sudah tahu keadaanku yang perbedaannya ibarat langit dan bumi dengan mereka yang dari keluarga berada. Meski awalnya minder, sikap bapak akhwat yang begitu baik membuatku percaya diri, pesannya padaku singkat.

“Laki-laki yang bisa menjadi imam dan tanggungjawab, satu lagi jaga anak perempuan saya, dia sepenuhnya saya titipkan ke kamu”.

Meski diberi tanggungjawab yang tak ringan, hatiku serasa diguyur es, sejuk…. Rasanya. Aku segera pulang ke awang-awang sepulang nazhar. Mas Har, si mas polisi yang kutabrak itu mencegatku, ia menyerahkan amplop tebal padaku.

“Ini uang yang kamu titipkan padaku, ini hadiahku tapi bener ya cepet jemput bidadarimu! Ia memukul pundakku ringan dan pergi tanpa memberiku kesempatan bertanya lagi.

Masya Allah, di rumah, begitu kubuka amplop ternyata isinya uang sesuai ganti rugi motor yang kuberikan kepada mas Har. Segera kuhubungi mas Har lewat telepon, tapi ia tertawa ringan.

“Aku sudah bilang, itu untuk calon adikku”.

Berkaca-kaca saat kututup telepon sambil tak henti-hentinya bersyukur. Sudah nabrak orang, dikasih adiknya, dipercaya orangtuanya, uang ganti ruginya masih dikembalikan padaku.

Semalaman aku tak bisa tidur entah karena senang atau bingung. Uang senilai hampir sepuluh juta itu, kuberikan sebagai mahar saat akad nikah buat istri. Tepat sebulan sebelum Ramadhan.

Kini kami sudah punya 2 momongan, insya Allah beberapa bulan lagi akan bertambah seorang lagi. Mas Har menikah 2 tahun kemudian, ia baru punya satu momongan, Alhamdulillah kami semua hidup bahagia. Mas har dan istrinya juga mulai tertarik manhaj mulia ini. Dan itu menambah kebahagiaan kami.

Wallahua’lam bish Shawwab ….
Barakallahufikum ….

… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …

Sumber : Majalah nikah sakinah volume 9 no 6 dengan sedikit perbaikan tulisan

SEJARAH PERDUKUNAN DARI MASA KE MASA


 "Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu, dan kepada apa yang telah diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut. Padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syetan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya." (QS. an-Nisa': 60).


Para ulama tafsir berbeda pendapat dalam memaknai kalimat "Thaghut" pada ayat di atas. Banyak di antara mereka memaknai thaghut itu dengan dukun. Di antara ulama tafsir yang memaknai thaghut dengan dukun adalah: Ibnu Abbas, Sa'id bin Jubair, Ikrimah, Abul ‘Aliyah, dan Imam Qatadah (Tafsir al-Qurthubi: 5/248). Jadi masyarakat pada zaman dahulu lebih suka untuk mendengar omongan dukun dalam menyelesaikan suatu masalah, dari pada kembali kepada wahyu yang telah diturunkan Allah melalui para rasul-Nya. 

Sejak dahulu, dukun sudah mendapatkan tempat di tengah kehidupan masyarakat. Tidak hanya pada zaman sekarang atau di zaman Rasulullah. Jauh sebelumnya pun, dukun sudah mempunyai peran di hati masyarakat yang menggandrunginya. Bagi mereka dukun adalah tempat untuk menyele­saikan masalah. Tempat untuk meminta saran dan pendapat. Tempat untuk menunjang keberhasilan dan kesuksesan yang mereka inginkan.

Dukun di Masa Nabi Musa

Pada zaman Fir'aun misalnya. la melibatkan para dukun untuk menopang kelanggengan kekuasaannya. Fir'aun telah menjadikan para dukun ternama dan terhebat sebagai penasihat spiritualnya. Fir'aun dibuat kalang-kabut saat para dukun menafsirkan isi mimpinya.

Ibnu Abbas berkata, "Setelah Fir'aun bermimpi, pada pagi harinya Fir'aun mengumpulkan dukun-dukunnya. (Setelah mendengar isi mimpi Fir'aun), para dukun itu mengatakan, 'Pada tahun ini akan lahir seorang anak laki-laki, ia kelak akan menggulingkan kekuasaanmu”. Serta merta Fir'aun memutuskan bahwa setiap seribu wanita, harus dijaga seratus tentara. Setiap ada seratus wanita, dijaga sepuluh tentara. Setiap ada sepuluh wanita, harus dijaga seorang tentara. Lalu ia memerintahkan, 'Perhatikan dengan seksama setiap wanita hamil di wilayah ini. Apabila telah melahirkan, lihatlah. Kalau bayinya laki-laki, maka sembelihlah. Dan kalau bayinya perempuan, maka biarkanlah. (Tafsir Jami'ul Bayan: 1/272).

Saat menghadapi Nabi Musa, Fir'aun mengerahkan semua dukun dan tukang sihirnya. Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan, jumlah dukun dan tukang sihir waktu itu mencapai 80.000 personil.



Jumlah yang sangat banyak itu dibagi menjadi empat kelompok. Masing-masing kelompok dipimpin dukun dan tukang sihir terhebat. Yaitu, Sabur, Adzur, Hath dan Mushaffa. Sungguh merupakan jumlah yang sangat banyak. Tapi dukun yang dimiliki Raja Persia lebih banyak lagi. Jumlahnya mencapai 360 orang. Itulah sebagian cara mereka untuk melanggengkan kekuasannya.

Dukun di Masa Nabi Yusuf

Begitu juga raja yang memerintah pada zaman Nabi Yusuf. la menjadikan para dukun sebagai rujukan utama dalam menghadapi berbagai problema. Hanya saja para dukun raja waktu itu tidak mampu menafsirkan mimpi sang raja, saat ia bermimpi dengan mimpi yang cukup aneh (Lihat QS. Yusuf: 43-49). Mereka menganggap isi mimpi raja sangat ruwet untuk ditafsirkan, dan ada juga yang mengatakan bahwa mimpi sang raja hanyalah bunga tidur atau mimpi kosong tak punya arti. Akhirnya Nabi Yusuf-lah yang bisa menafsirkan mimpi sang raja itu.

Raja yang memerintah pada zaman Nabi Yusuf pada suatu malam bermimpi. Lalu ia mengumpulkan para dukun dan peramal, dan para pejabat teras kerajaan serta para pembesar. Lalu sang raja menceritakan mimpinya, setelah itu ia bertanya tentang arti mimpinya. Tapi tak satu pun yang hadir mengetahui secara persis arti mimpi itu. Bahkan kebanyakan mereka mengatakan bahwa itu hanyalah mimpi yang kacau dan sulit ditafsirkan. Pada saat itulah, seorang pemuda yang pernah satu sel dengan Nabi Yusuf ingat akan Nabi Yusuf. Padahal sebelumnya syetan telah membuatnya lupa. Lalu ia memberitahukan kepada sang raja bahwa ada orang yang bisa menafsiri mimpinya itu, dialah Nabi Yusuf. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir. 2/481)

Dukun di Masa Rasulullah, Muhammad.

Fenomena praktik perdukunan yang marak juga didapati pada masa Jahiliyyah, sebelum Muhammad diutus sebagai Nabi dan Rasul. Imam as-Suddi berkata, "Pada zaman Jahiliyyah banyak dukun-dukun. Apabila ada seseorang ingin melakukan perjalanan jauh, atau menikah, atau mewujudkan keinginan lainnya, ia mendatangi dukun. Lalu dukun itu memberinya mangkok. Kemudian mangkok itu dipukul, apabila keluar sesuatu yang menarik, maka ia pun meneruskan keinginannya. Tapi bila keluar sesuatu yang tidak disukai, maka ia pun membatalkan keinginannya. (Tafsir Jami'ul Bayan : 6/ 77).

"Para dukun banyak bertebaran di wilayah Arab, karena banyak manusia yang berhukum ke mereka ketika ada masalah. Saat mereka punya bayi, mereka mendatangi dukun untuk bertanya seputar masa
depan sang anak. Pasar Ukazh yang terkenal saat itu banyak dipenuhi praktik perdukunan." (Lihat Kitab al-Mufashshal fi Tarikhil 'Arab  Qablal  Islam: 61/773).





Sebagaimana yang dinukil oleh Ibnu Hajar dalam kitabnya, Imam al-Khatthabi berpendapat, "Praktik perdukunan merajalela dan menjamur di masa Jahiliyyah - khususnya di bangsa Arab - karena terputusnya risalah kenabian di kalangan mereka." (Fathul Bari: 10/ 217). Kalau kita membuka sejarah perdukunan di wilayah Rasulullah dilahirkan, maka akan kita temukan banyak nama-nama dukun yang hebat dan terkenal di kalangan mereka. Seperti Syaq dan Suthaih, Aus bin Rabi'ah, Nufail Ibnul 'Uzza, Sawad bin Qarib ad-Dausi, Ibnu Shayyad, Urwah bin Zaid al-Azdi, Haritsah, Juhainah dan masih banyak nama-nama lainnya. (Lihot Kitab al-Mufashshal fi Tarikhil 'Arab Qablal Islam: 6/ 360).

Dukun di Masa Sekarang

Pada zaman kita sekarang, praktik perdukunan juga banyak. Bukan karena terputusnya wahyu. Tetapi karena jauhnya masyarakat dari ajaran wahyu (Al-Qur'an), serta keengganan mereka untuk mempelajari dan mengamalkannya. Jumlah mereka jutaan, tersebar di seantero bumi nusantara ini. Ada seorang dukun ternama yang pernah menyampaikan ke Majalah Ghoib, bahwa Jumlah personil dukun yang bernaung dalam kelompoknya berjumlah lebih dari 13 juta personil. Itu hanya satu paguyuban, belum lagi paguyuban dan kelolmpok lainnya yang tidak dibawah naungannya.

Tidak semua dukun yang membuka praktik perdukunan benar-benar seorang dukun. Tidak semua dukun dibantu oleh jin dalam praktiknya. Tidak semua dukun menguasai ilmu-ilmu mistik atau supranatural. Di antara mereka banyak juga yang hanya modal nekat. Karena susah cari pekerjaan atau sulit mencari penghasilan, akhirnya dengan intrik dan rekayasa serta trik tersembunyi mereka membuka praktik perdukunan.

Imam al-Khatthabi mengklasifikasikan praktik perdu­kunan yang ada pada zaman Rasulullah menjadi empat bagian. Pertama, dukun yang berkolaborasi dengan jin. Dalam praktiknya, dukun tersebut selalu mendapatkan pasokan berita dari jin yang telah mencuri kabar dari langit, ada kerjasama dan keterikatan antara keduanya. Kedua, dukun yang terkadang saja dibantu oleh jin. Jin datang untuk mendikte dan menyetirnya. Ketiga, dukun yang bersandar kepada tebakan, perkiraan dan sangkaan. Keempat, dukun yang praktiknya bersandar pada pengalaman dan kebiasaan semata. la mengaitkan masalah yang ada dengan masalah serupa yang telah terjadi atau telah dialaminya. (Fathul Bari: 10/218).

KH. Abdul Wachid yang pernah terjun dalam praktik perdukunan, dan sekarang terus aktif memberantas praktik perdukunan, mendakwahi para pelaku pedukunan yang masih aktif membuka praktik, ternyata ia menemukan tipe-tipe dukun yang diklasifikasikan oleh Imam al-Khatthabi. Tidak semua dukun mempunyai kekuatan mistik. Dan yang paling banyak adalah mereka yang menggunakan intrik.

Menurut pengalaman dan hasil survei Gus Wachid seputar praktik perdukunan yang ada di Indonesia, dukun-dukun yang ada itu ada tiga macam.

1. Dukun yang bisa menguasai jin.

Gus Wachid berkata, "Saya pernah seperti itu. Jin itu bisa saya perintah. Dengan ilmu 'karamah' yang saya punya. Dengan konsentrasi penuh, kita mendatangkannya, kemudian kita bisa memerintahnya. Tapi luar biasa lelahnya setelah ritual itu selesai. Terkadang saya gunakan cara ini untuk mengobati orang yang terkena jin. Jadi saya gunakan jin untuk mengusir jin atau untuk mengetahui sebenarnya apa yang diinginkan oleh jin yang masuk dalam jasad orang itu.

2. Dukun yang dikendalikan jin.

Kata Gus Wachid, "Ciri kategori ini, biasanya yang bersangkutan harus kesurupan dulu dan itu bisa dikenali dengan suaranya yang berubah. Saya sempat akrab dengan orang-orang seperti itu. Saya pernah kemalingan, saya berusaha mencarinya tetapi tidak ketemu. Akhirnya saya pernah minta bantuan orang yang mempunyai kemampuan kategori kedua ini, di saat saya kehilangan mesin ketik.

3. Dukun yang tidak bisa apa-apa.

Mereka bisanya hanya goroh, gedabrus thok (hanya penipu, pembual). Gus Wachid berkata, "Wallahi, dukun kategori inilah yang paling banyak. Saya bisa mengetahuinya, karena kalau ada orang yang mengaku sakti, langsung saya cek dengan kekuatan 'karamah' yang pernah saya pelajari. (Sambil membuka telapak tangan di hadapkan ke orang yang dituju seraya baca wiridnya. Dan saya akan
merasakan seperti kesetrum jika ada isinya)".

Dukun kategori manapun, kita dilarang oleh Rasulullah untuk mendatanginya, bertanya kepadanya, apalagi membenarkan apa yang dikatakannya. Baik itu dukun mistik maupun dukun intrik. "Barangsiapa yang mendatangi dukun atau peramal, ialu membenarkan apa yang dikatakannya. Maka ia telah kufur terhadap apa yang telah diturunkankepada Muhammad (al-Qur'an dan al-Hadits)." (HR. Ahmad dan dishahihkan al-Albani).


Majalah GHOIB Edisi Khusus “Dukun-Dukun Bertaubat”

Plato Tidak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia


Atlantis adalah misteri yang menggoda para ilmuwan, dan kaum spritualis untuk menelisik kembali peradaban maju manusia yang, konon, hilang ditelan bumi. Sampai saat ini, setidaknya ada ribuan buku telah ditulis ihwal legenda itu.

Pada mulanya adalah Plato (427-347 SM), filsuf Yunani, mencatat cerita soal benua hilang itu dalam dua karyanya, Timaeus dan Critias. Keduanya adalah karya terakhir Plato, yang ditulis pada 347 SM.


Berdasarkan dua karya Plato itu, DR Danny Hilman Natawidjaja, menelurkan sebuah buku yang berjudul "Plato Tidak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia."
"Konsep utama unsur pembentukan alam terdiri dari air, api, tanah, dan udara. Semua itu tertuang dalam dua karya Plato Timaeus dan Critias, jadi tidak mungkin Plato berbohong dan berkhayal," kata Danny Hilman, di sela acara Diskusi Bencana dan Peradaban dan Peluncuran Buku "Plato Tidak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia," di Jakarta, 20 Mei 2013.

Danny menambahkan, dua karya Plato itu berasal dari manuskrip yang dimiliki oleh kakeknya yang didapat dari Mesir yang sudah ditranskip ke dalam bahasa Yunani.
Di karya Critias menyebutkan kalau Atlantis berasal dari 9.600 SM atau 11.600 tahun yang lalu. Atlantis dijelaskan sebagai wilayah tropis, bertemperatur sedang, berbentuk daratan besar yang sangat indah, subur, banyak sumber air,
flora, fauna, dan bahan tambang logam mineral.

"Di karya itu juga dikatakan ada dua binatang buas di Atlantis. Apakah itu harimau atau komodo?" ujar Danny.

Mirip dengan Indonesia
Kesamaan Atlantis dan di Indonesia juga terlihat dari manuskrip kuno yang digunakan Plato untuk menjelaskan Atlantis, seperti adanya sungai, gunung berapi, masyarakatnya bisa membangun candi, habitat padat, masyarakat yang taat agama, patuh hukum, dan tidak mementingkan harta.

"Dari sisi demografi, Atlantis sangat mirip dengan Indonesia," kata Danny.

Ia juga menyampaikan, Atlantis hilang karena curah hujan yang sangat besar pada saat itu, sehingga menyebabkan banjir besar dan kemudian menenggelamkan Atlantis.
"Proses menghilangnya Atlantis tidak dalam waktu sehari semalam, tapi terjadi selama beribu-ribu tahun yang disebabkan banjir yang terus menerus datang," jelas Danny.

Sementara di karya Timiaeus, Plato menjelaskan, bukan hanya banjir yang menyebabkan hilangnya Atlantis. Tapi, masih banyak bencana lain yang menyebabkan musnahnya Atlantis dan peradabannya.

"Bencana-bencana di Indonesia juga sering terjadi, seperti gempa bumi, gunung meletus, tsunami, dan lainnya. Dari konsep bencana katastrofi dan musnahnya peradaban, banyak juga peradaban di Indonesia yang hancur karena adanya bencana," tutup Danny. (satumedia)

Kamis, 23 Mei 2013

Aneh, Kuburan Nasrani Di Ibadahi


Di timur Aljazair, masyarakat di sana mengagungkan sebuah kuburan dan ngalap berkah dengan nisan dan bangunannya. Namun, setelah diteliti, ternyata penghuni kuburan tersebut adalah pendeta Nasrani. Awalnya, masyarakat tak percaya, namun mereka menjadi percaya setelah ditemukan salib di kuburan tersebut. (al-Inhirafat al-’Aqadiyyah wal ‘Ilmiyyah 1/284-285 Ali az-Zahrani)


Di kota Ladziqiyyah juga ada sebuah makam yang dikeramatkan dan dikultuskan, selalu diziarahi, dan diberi wewangian sampai sekarang, ternyata itu adalah makam seekor kuda yang ditunggangi oleh wali dari Maroko. (Ushulun Bila Ushulin hlm. 40 oleh Muhammad Ismail al-Muqaddam)

Di negeri ini, kasus serupa juga banyak terjadi, ada sebuah
kuburan keramat di Jawa yang berada di area masjid. Menurut informasi yang diterima penulis, penghuni kuburan itu adalah pencuri di masjid(!). Dan mungkin Anda masih ingat dengan kuburan Mbah Periok yang dikeramatkan masyarakat dan sempat terjadi peristiwa berdarah di sana pada Rabu 29 Rabi’ul Akhir 1431 H atau 14/4/2010 ternyata menurut penelitian kuburan itu hanyalah fiktif belaka, bukan kuburan Mbah Periok yang sebenarnya. (Lihat Pendangkalan Akidah Berkedok Ziarah. Di Balik Kasus Kuburan Keramat Mbah Periok hlm. 71 oleh Hartono Ahmad Jaiz dan Hamzah Tede)

Ditulis oleh: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as Sidawi Hafizhahullah
Dikutip dari Majalah al Furqon Edisi 5 Tahun keduabelas, Muharram 1434, Hal.54

Imam al-Dzahabi, Sejarawan dari Negeri Syam Berjuluk “Penutup Ahli Hadits”


 Banyak ulama’ memuji Imam al-Dzahabi sebagai pakar ilmu hadits, ahli ilmu jarh wa ta’dil, dan penyebar sunnah. Sesungghunya kepakarannya dalam ilmu hadits ditopang kedalamannya dalam ilmu sejarah dan perawi-perawi. Syeikh al-Nabilisi berkata, “Beliau pakar zamannya dalam hal perawi dan keadaaan-keadaan mereka, tajam pemahamannya, cerdas, dan ketenarannya sudah mencukupi dari pada menyebutkan sifat-sifat nya”. Dan biasanya, untuk mengetahui profil dan biografi seorang ulama terdahulu, para pengkaji merujuk kepada tulisan-tulisan al-Dzahabi.


Nama lengkapnya Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Utsman bin Qaimaz bin Abdullah adz-Dzahabi al-Fariqi al-Dimasyqa al-Syafi’i. Beliau dilahirkan di desa bernama Kafarbatna kota Damaskus pada tahun 13 Rabi’ul Akhir tahun 673 H/ 1274 M. Keluarganya bukan asli Damaskus, tapi berasal dari negeri Turkmenistan. Keluarganya merupakan keluarga pecinta ilmu. Hingga mendorong al-Dzahabi untuk mendatangi para masyayikh dari berbagai negeri.

Imam al-Dzahabi menuntut ilmu sejak usia dini dan ketika berusia 18 tahun menekankan perhatian pada dua bidang ilmu: Ilmu-ilmu al-Qur’an dan Hadits Nabawi. Di negeri Syam pada zaman itu banyak sekali ahli hadits. Banyak pakar hadits dari sini. Muridnya sekaligus kawannya menuntut ilmu hadits yang terkenal adalah Ibnu Katsir. Bersama Ibnu Katsir, ia berguru kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Muridnya, Tajuddin al-Subki, ahli fikih madzhab Syafi’i.

Di era itu, antara ahli fikih dan ahli hadits saling bersinergi. Mereka saling mengambil ilmu. Ada ahli hadits belajar kepada ahli fikih. Begitu pula sebaliknya. Tradisi ilmunya juga tidak terkotak-kotak saling bermusuhan antar madzhab fikih. Perbedaan dan perdebatan sering terjadi, namun tidak saling mencaci dan menghujat, apalagi saling mengkafirkan.

Selain belajar di Damaskus, Imam al-Dzahabi berkeliling menuntut ilmu ke negeri Mesir, Hijaz dan beberapa bagian di negeri Syam. Guru-gurnya sangat banyak. Ia mencatat profil atau biografi para gurunya dalam catatannya. Hingga ia mengumpulkan seluruh catatannya itu dalam satu buku. Tercatat seribu tiga ratus syaikh yang darinya beliau sempat mengkaji ilmu dari mereka, juga yang beliau ajari dan beliau bacakan. Di antara mereka adalah para ulama besar yang terkenal dan para pengarang yang ternama. Kumpulan biografi gurunya itu bernama “Mu’jam Syuyukh.

Di antara gurunya adalah Ibnu Taimiyah, Al-Hafiz Jamaluddin Yusuf bin Abdurrahman al-Mizzi, l-Hafiz Alamuddin Abdul Qasim bin Muhammad al-Birzali, Umar bin Qawwas, Ahmad bin Hibatullah bin Asakir, Yusuf bin Ahmad al-Ghasuli, Abdul Khaliq bin Ulwan, Zainab bintu Umar bin Kindi, al-Abrahuqi, Isa bin Abdul Mun’im bin Syihab, Ibnu Daqiqil ‘Id, Abu Muhammad ad-Dimyathi, Abul abbas azh-Zhahiri, ali bin Ahmad al-Gharrafi, Yahya bin ahmad ash-Shawwaf, at-Tauzari, masih banyak lagi yang lainnya.

Ketika menjadi guru, ia menduduki beberap jabatan penting. Paling menonjol ia menjadi guru ilmu hadits di sejumlah Madrasah. Seperti Madrasah Dar al-Hadis di Turbah Umm ash-Shalih, Dar al-Hadis azh-Zhahiriyah, Dar al-Hadis wa al-Qur’an at-Tankiziyah, dan Dar al-Hadis al-aFadhiliyah.

Ia adalah penulis produktif. Kitab-kitab dan karya tulis beliau mencapai 90 buah (ada yang menyebut hingga 215 buah) yang mencakup disiplin: qiraat, hadis, mushthalah hadis, sejarah, biografi, akidah, ushul fiqh. Di antara karya-karyanya adalah:

    Siyar A’lam An-Nubala
    al-‘Uluww lil ‘Aliyyil Ghaffar
    Taariikhul Islam
    Mukhtashar Tahdziibil Kamaal
   
Miizaanul I’tidaal Fii Naqdir Rijaal
    Thabaqatul Huffazh
    Al-Kaasyif Fii Man Lahu Riwaayah Fil Kutubis Sitta
     Mukhtashar Sunan al-Baihaqi
    Halaqatul Badr Fii ‘Adadi Ahli Badr
    Thabaqatul Qurra’
    Naba’u Dajjal
    Tahdziibut Tahdziib
     Tanqiih Ahaadiitsit Ta’liiq
     Muqtana Fii al-Kuna
    Al-Mughni Fii adh-Dhu’afaa’
    Al-‘Ibar Fii Khabari Man Ghabar
    Talkhiishul Mustadrak
    Ikhtishar Taarikhil Kathib
    Al-Kabaair
    Tahriimul Adbar
    Tauqif Ahli Taufiq Fi Manaaqibi ash-Shiddiq
    Ni’mas Smar Fi Manaaqib ‘Umar
    At-Tibyaan Fi Manaaqib ‘Utsman
    Fathul Mathalib Fii Akhbaar Ali bin Abi Thalib
    Ma Ba’dal Maut
    Ikhtishar Kitaabil Qadar Lil Baihaqi
    Nafdhul Ja’bah Fi Akhbaari Syu’bah
    Ikhtishar Kitab al-Jihad, ‘Asakir
    Mukhtashar athraafil Mizzi
    At-Tajriid Fii Asmaa’ ish Shahaabah
    Mukhtashar Tariikh Naisabuur, al-Hakim
    Mukthashar al-Muhalla dan Tartiil Maudhuu’at, Ibn al-Jauzi

Kitab yang paling terkenal adalah Siyar A’lam An-Nubala dan Tarikh al-Kabir. Kitab Siyar A’lam An-Nubala berisi sejarah hidup tokoh-tokoh Islam terdahulu. Karya ini telah menjadi perbincangan penting para ulama. Karena merekam jejak para ulama Islam yang bisa dijadikan ibrah bagi umat Islam saat ini. Karena karya ini beliau dikenal sebagai sejarawan (mu’arrikh).

Disamping ahli sejarah, ia pakar ilmu hadits. Salah seorang gurunya, Al-Hafiz Alamuddin Abdul Qasim bin Muhammad al-Birzali, memuji al-Dzahabi: “Dialah yang menjadikanku mencintai ilmu hadits”. Sejak kecil hafalannya cukup kuat. Sehingga ia dijuluki dengan ‘Imamul Wujud Hifzhan’ (imamnya semua yang ada dalam hal hafalan), Ia diarahkan oleh para gurunya untuk mendalami ilmu hadits.

Muridnya, Syeikh Tajuddin al-Subki al-Syafi’i ketika mengomentari Imam al-Dzahabi, ia kagum dengan sang Imam akan keilmuan jarh wa al-ta’dil. Ia mengatakan, “Guru kami, Abu Abdullah adalah seorang ulama hebat yang tidak ada bandingnya. Beliau adalah gudang perbendaharaan ilmu, tempat kembali ketika permasalahan rumit turun, imam semua orang dalam hal hafalan, emasnya zaman secara makna dan lafazh. Beliau adalah syaikh jarh wa ta’dil, pakar Rijal, seakan-akan umat ini dikumpulkan di satu tempat kemudian beliau melihat dan mengungkapkan sejarah mereka.”

Ahli hadits sebelum al-Dzahabi cukup banyak. Sehingga rekan sekaligus muridnya, Ibnu Katsir berpendapat bahwa Imam al-Dzahabi adalah penutup para ahli hadits kenamaan. Karena, setelah generasi beliau belum ada yang menyamai al-Dzahabi dan imam ahli hadits di atasnya.

Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata tentang beliau, “Syaikh-syaikh ahli hadis dan para penghafal ulungnya telah ditutup dengan (keberadaan) beliau”.

Di masa akhir hidupnya, Imam al-Dzahabi mengalami tahun dalam kebutaan. Ketika mengalami gangguan penglihatan ia mulai mengurangi aktifitasnya dalam menulis.  Imam Al-Dzahabi wafat pada malam Senin, 3 Zulqa’dah 748 H, di Damaskus, Syiria dan dimakamkan di pekuburan Bab al-Shaghir.

Oleh: Kholili Hasib – Peneliti InPAS Surabaya dan Anggota MIUMI Jawa Timur

Selasa, 21 Mei 2013

Saat-Saat Kematian Datang..


Ibnul Jauzy berkata; “Satu hal yang paling menarik dan menakjubkan adalah tatkala seseorang yang mati sadar di dalam kuburnya. Ia sangat terkejut dengan kondisi yang tidak bisa dilukiskan dan merasa sedih dengan kesedihan yang sangat sulit dibayangkan. Ia membayangkan masa-masanya yang telah lewat. Ia ingin agar bisa melakukan sesuatu yang belum sempat dikerjakannya dan benar-benar bertaubat. Ia hampir saja bunuh diri tatkala menjelang kematiannya. Andaikata ia mendapatkan suatu pelajaran yang sangat berharga dari semua itu saat masih sehat, pasti ia akan melakukan amal-amalnya dengan penuh ketaqwaan.

Sesungguhnya orang yang cerdas akan selalu membayangkan saat-saat kematian tiba dan bekerja dengan tujuan-tujuan yang harus dicapainya. Andaikata ia tidak sanggup membayangkan dalam benaknya keadaan yang demikian, maka ia wajib mengekang hawa nafsunya dan berbuat sebaik-baiknya untuk kepentingan hidupnya. Akan tetapi, jika kesadaran itu baru datang
manakala ia sudah berada di gerbang maut, saat itu pintu kesempatan telah tertutup.

Diriwayatkan dari Habib Al-Ajami, jika dia bangun pagi maka dia pasti mengatakan pada isterinya, “Jika aku mati hari ini, maka fulanlah yang harus memandikanku dan fulanlah yang harus memikul keranda mayatku.”

Ma’ruf Al-Karkhi, seorang wali terbesar, berkata kepada seorang laki-laki, “Sholat zhuhurlah bersama kami.” Orang itu berkata, “Jika sholat bersamamu saat ini, maka aku tak akan sholat asr bersamamu.”

Al-Karkhi menjawab, “Kamu berangan-angan bisa hidup sampai waktu asar nanti? Berlindunglah kepada Alloh dari panjangnya angan-angan.”

Suatu saat ada laki-laki yang membicarakan orang lain dalam ghibahnya. Berkata Ma’ruf kepadanya, “Ingatlah tatkala kapas telah diletakkan di atas kedua matamu sebelum engkau dikubur nanti.”

[Sumber: Terjemah “Shoidul Khotir” karya Ibnul Jauzy, via facebook Pustaka Ukhuwah Malang

Fakta Menakjubkan Dibalik Air Kencing Bayi Laki-Laki Dan Perempuan



“Air kencing bayi laki-laki (dibersihkan dengan) disiram/diperciki air dan air kencing bayi perempuan dicuci.” Qatadah rahimahullah berkata:” Ini kalau keduanya belum memakan makanan, sedangkan jika sudah memakan makanan maka dicuci air kencing dari keduanya.” (HR. Ahmad dalam Musnad beliau no. 563, dan sanadnya dinyatakan shahih oleh Syu’aib al-Arna’uth dalam Ta’liq beliau terhadap al-Musnad)
.


ISLAM telah merinci dengan perincian yang sangat rinci dalam masalah najis. Karena sesungguhnya najis adalah tempat-tempat di mana di dalamnya terdapat banyak sumber penyakit.

Dalam Islam pembersihan/penyucian pun bermacam-macam. Hal itu tergantung pada jenis najis dan bentuknya.

Diantara najis-najis ada yang bisa dihilangkan dan dibersihkan dengan mencucinya dengan air—dan ini kebanyakannya—atau menuangkan air di atasnya. Dan diantaranya pula ada yang dibersihkan dengan menggosoknya dengan tanah, atau dengan menghilangkan atau dengan mengubahnya ke zat lain. Dan cara-cara lainnya untuk membersihkan.
Dan Islam membagi najis menjadi dua, yaitu najis mutawasitoh (sedang) dan mukhaffah (ringan). Dan dari pembedaan dan pembagian ini ada yang berkaitan dengan pembedaaan antara air kencing bayi laki-laki—yang hanya mengonsumi ASI saja—dengan air kencing bayi perempuan.

Islam menjadikan air kencing bayi laki-laki sebagai bagian dari najis mukhaffah (ringan) dan cukup dibersihkan dengan percikan air di atasnya, sementara syari’at menjadikan air kencing bayi wanita sebagai bagian dari mutawasitoh (sedang) dan tidak sempurna cara penyucian/pembersihannya kecuali dengan mencuci sisa-sisanya dengan air.

Tentang air kencing bayi laki-laki dan perempuan, sebuah eksperimen ilmiah modern  telah mengungkap rahasia di balik pembedaan antara air kencing bayi laki-laki dan bayi perempuan, dan menetapkan bahwasanya di sana ada perbedaan di antara keduanya.

Penelitian ilmiah modern –yang dilakukan di bidang ini- mengungkapkan adanya perbedaan antara urin (air kencing) bayi laki-laki dan bayi perempuan. Dan salah satu penelitian tersebut adalah penelitian yang dilakukan oleh Ashil Muhammad Ali dan Ahmad Muhammad Shalih dari Universitas Dohuk, Irak. Dan kesimpulan penelitian tersebut adalah sebagai berikut:

Telah selesai proses pengkajian persentase keberadaan bakteri dalam urin/air kencing bayi dalam masa menyusu dan bayi yang baru lahir, di mana mereka mengumpulkan sampel urin bayi secara acak yang berjumlah 73 bayi (35 perempuan dan 38 laki-laki). Mereka mengklasifikasikan/mengelompokkannya ke dalam empat kelompok umur; umur di bawah satu bulan, umur satu bulan sampai dua bulan, kemudian (dari dua bulan) sampai tiga bulan dan kemudian lebih dari tiga bulan dengan kemungkinan meningkatnya konsumsi makanan.

Sampel dikumpulkan dan diangkut langsung untuk diperiksa secara laboratoris dan proses terus berlanjut selama beberapa bulan, dengan mempertimbangkan kemungkinan tingkat maksimum sterilisasi dan menghindari kontaminasi.

Dan kajian tersebut menggunakan metode yang digunakan Dr. Hans Christian Gram, yang ditemukan pada tahun 1884 dalam pewarnaan bakteri (metode Gram staining), yang mana warna ungu menunjukkan bakteri Gram positif dan warna merah untuk negative. Semua sampel yang diuji dengan memilih bidang bakteri mikroskopis untuk menghitung jumlah bakteri dengan menggunakan standar pembesaraan 100 kali lipat. Dan ditemukan bahwa semua Gram negatif, dan diklasifikasikan bahwa ia masuk sebagai bakteri Escherichia Coli.

Dan hasilnya adalah sebagai berikut:

Pertama: Pada kelompok usia nol sampai 30 hari, prosentase keberadaan bakteri dalam urin bayi perempuan 95,44% lebih banyak dibandingkan pada urin bayi laki-laki, di mana jumlah bakteri di bidang mikroskopis untuk urin bayi perempuan mencapai 41,9 sedangkan pada bidang yang sama untuk bayi laki-laki hanya berjumlah 2 saja.

Kedua: Pada kelompok umur (dari satu bulan sampai dua bulan) prosentase keberadaan bakteri dalam urin bayi perempuan 91,48% lebih banyak dibandingkan pada urin bayi laki-laki, di mana jumlah bakteri di bidang mikroskopis untuk urin bayi perempuan mencapai 24,1 sementara jumlah dalam bayi laki-laki hanya 2,25.

Ketiga: Pada kelompok usia 2-3 bulan, prosentase keberadaan bakteri dalam urin bayi perempuan 93,69% lebih banyak dibandingkan pada urin bayi laki-laki, di mana jumlah bakteri di bidang mikroskopis untuk urin bayi perempuan mencapai 24,1 sementara jumlah pada kasus bayi laki-laki hanya 1,6.

Keempat: Pada kelompok usia lebih dari 3 bulan, prosentase bakteri dalam urin bayi perempuan 69% lebih banyak dibandingkan pada urin bayi laki-laki, di mana jumlah bakteri di bidang mikroskopis untuk urin bayi perempuan 13,9 sementara dalam kasus urin bayi laki-laki jumlahnya 6,8.

Dan di antara
perbandingan di antara jenis yang sama kita cermati bahwa prosentase jumlah bakteri pada perempuan (urin bayi perempuan) terus menurun dengan bertambahnya usia, di mana prosentase tersebut pada kelompok usia kurang dari satu bulan adalah 41,9.

Sedangkan pada kelompok usia di atas tiga bulan kita cermati bahwa prosentasenya turun menjadi 13,9 bertolak belakang dengan apa yang diamati pada laki-laki. Di mana prosentase bakteri dalam kelompok usia kurang dari dua bulan lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah yang ada pada kelompok usia di atas tiga bulan ( yaitu 6,8).

Dan disimpulkan dari hal ini bahwa prosentase bakteri pada perempuan adalah tinggi sejak hari-hari awal usianya, tanpa melihat perkembangan usia dan terlepas dari apakah ia sudah mulai mengonsumsi makanan atau tidak. Adapun laki-laki maka keberadaan bakteri jauh lebih rendah pada hari-hari pertama usianya.

Dan prosentase ini mulai meningkat secara bertahap dengan berlalunya waktu, terutama ketika melewati bulan ketiga dari usianya, yang mana meningkatnya kemungkinan mulai peningkatan prosentase tersebut dengan mengonsumsi makanan .

PENELITIAN lain tentang perbedaan antara urin bayi laki-laki yang masih menyusu dengan urin bayi perempuan juga dilakukan oleh Dr. Shalahuddin Badr. Dan kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut.

Ilmu pengetahuan pada hari ini menetapkan bahwa urin mengandung bakteri pathogen dalam jumlah yang besar, yang menyebabkan penularan banyak jenis penyakit ganas. Di antara bakteri ini adalah:

Bakteri E. coli (Escherichia Coli), staphylococcus, difteri, bakteri streptokokus, jamur candida, dan lain-lain. Oleh sebab itu wajib mencuci, membersihkan tubuh dan pakaian dari urin ini sehingga tidak terkena penyakit yang disebabkan oleh salah satu dari jenis bakteri pathogen ini.

Ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa urin anak yang baru lahir adalah steril, dan tidak ada bakteri jenis apapun di dalamnya, tapi kemudian setelah itu ia membawa bakteri, dan kebanyakan kontaminasi bakteri berasal dari saluran pencernaan.

Dan Dr. Shalahuddin dalam penelitiannya menegaskan bahwa urin bayi laki-laki yang masih menyusu, yang hanya mengonsumsi ASI saja (susu alami) tidak mengandung bakteri jenis apapun. Sementara pada bayi perempuan yang masih menyusu mengandung beberapa jenis bakteri, dan dia mengembalikan hal ini kepada perbedaan jenis kelamin.

Karena saluran kencing perempuan lebih pendek daripada saluran pada laki-laki, di samping sekresi kelenjar prostat yang ada pada laki-laki, yang berperan untuk membunuh kuman. Oleh karena itu urin bayi laki-laki—yang belum memakan makanan—tidak mengandung bakteri berbahaya.

Dan sebagai akibat dari perbedaan anatomi sistem pembuangan urin pada perempuan dan laki-laki, maka perempuan lebih rentan terhadap kontaminasi bakteri dibandingkan laki-laki.

Maka suatu hal yang mudah untuk berpindahnya bakteri ke kandung kemih pada wanita, terutama bakteri yang berpindah dari ujung sistem pencernaan dan berhubungan dengan saluran kemih. Dan kebanyakan bakteri tersebut adalah bakter coliform.

Dan dengan melihat sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka terlihat jelas bahwa urin perempuan mengandung bakteri penyebab infeksi, oleh karena itu harus dicuci. Hal itu karena struktur anatomi sistem pembuangan urin, dan kecilnya saluran kemih jika dibandingkan dengan sistem pada laki-laki.

Ilmu pengetahuan hari ini telah mengungkap bahwa menyusui bayi dengan selain ASI, seperti susu formula atau dengan makanan lainnya, baik yang alami maupun buatan menyebabkan terjadinya kontaminasi urin, dimana ASI mencegah keberadaan bakteri coliform dalam urinnya.

Dan di sana ada beberapa jenis sukrosa di dalam ASI yang mencegah menempelnya bakteri tersebut sel epitel di dalam sistem kemih, yang menyebabkan tidak terjadinya kontaminasi urin dengan bakteri coliform, dan dengan demikian urin menjadi steril (Diringkas dari British Medical Journal)

Maka sisi keajaibannya adalah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengetahui hal tersebut semenjak 14 abad yang lalu, padahal di zaman beliau shallallahu ‘alaihi wasallam belum ada mikroskop dan alat-alat penelitian canggih yang lainnya. Ini semakin menguatkan iman kita akan kebenaran ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan bahwasanya yang beliau bawa adalah dari Allah Swt.

” Air kencing bayi laki-laki (dibersihkan dengan) disiram/diperciki air dan air kencing bayi perempuan dicuci,” Qatadah rahimahullah berkata:” Ini kalau keduanya belum memakan makanan, sedangkan jika sudah memakan makanan maka dicuci air kencing dari keduanya,” (HR. Ahmad dalam Musnad beliau no. 563, dan sanadnya dinyatakan shahih oleh Syu’aib al-Arna’uth dalam Ta’liq beliau terhadap al-Musnad).

Khayalan Iron Man & Isra’ Mi’raj Nabi


TONY Stark hidup dengan seorang asisten digital yang dilengkapi dengan aplikasi komputer bernama JARVIS (Just A Really Very Intellegent System). Aplikasi super canggih tersebut mampu memvisualkan gambar sederhana menjadi gambar dengan tampilan 5 Dimensi. Hanya dengan sentuhan tangan sang jagoan, berubahlah file-file digital menjadi realworld sehingga materi yang ada di dalamnya dapat dilihat dari segala arah seperti di dunia sungguhan.
Ternyata teknologi mutakhir tersebut pernah terjadi di zaman Rasulullah Saw, yaitu ketika beliau diperjalankan di malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso (Isra’) lalu dinaikkah ke sidratul muntaha di langit ke tujuh (Mi’raj). Para ulama berbeda pendapat tentang waktu terjadinya Isra’ Mi’raj, karena tidak ada dalil rajih yang menunjukkan tanggal, bulan dan tahun keberapa peristiwa ini terjadi.

“Dari Ibnu Abbas r.a, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah Saw: Ketika malam aku diisra’kan dan subuhnya aku telah sampai di Makkah, aku mengkhawatirkan urusanku, dan aku tahu bahwasannya manusia akan mendustakanku. Kemudian aku duduk bersedih hati. Ia Ibnu Abbas berkata: kemudian melintaslah musuh Allah, Abu Jahal. Dia datang sehingga duduk di dekat beliau, kemudian berkata kepada beliau: Kamu tampak sedih, apakah ada sesuatu ? Rasulullah Saw pun menjawab: Sesungguhnya aku diisra’kan malam tadi. Dia berkata: ke mana? Beliau menjawab: ke Bait Al-Maqdis. Dia berkata: kemudian engkau subuh sudah ada di hadapan kami (di Makkah ini)? Beliau jawab: Ya. Ia berkata: Namun dia tidak menampakkan sikap bahwa ia mendustakannya karena takut beliau tidak mau menceritakan hal itu lagi jika kaumnya dipanggilkannya. Dia berkata: Tahukah engkau, jika engkau hendak menda’wahi kaummu, kau harus kisahi mereka apa yang barusan kau ceritakan padaku. Rasulullah Saw pun menjawab: Ya. Kemudian dia berseru: Kemarilah wahai penduduk Bani Ka’ab bin Lu’ai! Lalu mereka berkumpul kepadanya datang sampai duduk mengelilingi keduanya. Dia berkata: Kisahi kaummu apa yang telah engkau kisahkan kepadaku. Rasulullah Saw pun berkata: Sesungguhnya malam tadi aku diisra’kan. Mereka
bertanya: ke mana? Kujawab: Ke Bait Al-Maqdis. Mereka bertanya: Kemudian subuh engkau berada di depan kami. Beliau menjawab: Ya. Ia (Ibnu Abbas) berkata: Maka ada yang bersorak dan ada yang meletakkan tangannya di atas kepala karena heran atas kebohongan itu (menurut mereka). Mereka berkata: dan apakah engkau dapat menyifatkan kepada kami masjid itu? Dan diantara penduduk ada yang pernah pergi ke negeri itu dan pernah melihat masjid itu. Maka Rasulullah Saw bersabda: “Maka aku mulai menyebutkan ciri-cirinya dan tidaklah aku berhenti menyifatkan sehingga aku lupa beberapa cirinya.” Beliau bersabda: “Lantas didatangkan masjid sampai diletakkan tanpa kesamaran sehingga aku dapat melihat(nya). Maka aku menyifatkan dengan melihat hal itu.” Ia berkata: dan sampai ini, ada sifat yang tidak aku hafal. Ia berkata: kemudian ada kaum yang berkata: “adapun sifat tersebut, demi Allah, ia benar.” (HR. Ahmad (2680), disahkan Al-Albani dalam Ash-Shahihah (VII:3021)) .

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa ketika Nabi Saw lupa akan sifat Masjid Baitul Maqdis, Allah segera mendatangkan gambar Masjid tersebut ke hadapan beliau agar bisa melanjutkan penjelasannya tanpa keraguan, mungkin jika tidak berlebihan bisa kita katakan di hadapan beliau terpampang sebuah layar berukuran besar yang menampilkan citra Masjid Baitul Maqdis berikut halamannya dalam bentuk lima dimensi, sehingga Rasul Saw bisa memutar-mutarnya untuk mengetahui berapa jumlah tiang masjid Baitul Maqdis, bagaimana bentuk halaman depannya, seperti apa ukiran-ukiran yang ada dinding masjid tersebut.

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al-Isra’: 1)

Semakin canggih teknologi di zaman modern ini maka akan semakin mudah kebenaran Al-Qur’an dibuktikan, hal-hal yang tidak masuk akal dan menjadi bahan tertawaan kaum kafir di masa lalu sekarang menjadi sesuatu yang logis dan dapat dijelaskan melalui fakta ilmiah

Ringan, Namun Mereka Enggan


Anas bin Malik radhiyallahu’anhu meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada hari kiamat nanti dikatakan kepada orang kafir, ‘Apa pendapatmu seandainya kamu mempunyai emas sebesar bumi, apakah kamu mau menebus siksa dengannya?’. Maka dia mengatakan, ‘Ya.’ Maka dikatakan kepadanya, ‘Sungguh, di dunia kamu telah diminta untuk melakukan sesuatu yang lebih mudah daripada itu.’.” (HR. Muslim)


Di dalam riwayat lainnya, dijelaskan, “Allah tabaraka wa ta’ala berkata kepada penghuni neraka yang paling ringan siksanya, ‘Seandainya kamu mempunyai dunia seisinya, apakah kamu mau menebus siksa ini dengannya?’. Maka dia menjawab, ‘Ya.’ Lalu Allah mengatakan, ‘Sungguh dahulu Aku menginginkan darimu sesuatu yang lebih mudah daripada itu, ketika kamu masih berada di sulbi Adam; janganlah kamu mempersekutukan-Ku -aku mengira beliau berkata- maka Aku tidak akan masukkan kamu ke dalam neraka, namun kamu justru enggan melainkan tetap berkeras untuk melakukan kesyirikan.”
(HR. Muslim)

Hadits yang mulia ini menjelaskan kepada kita bahwa :

1. Orang kafir akan kekal di dalam neraka
2. Hanya orang beriman saja yang masuk ke dalam surga
3. Syirik adalah sebab kekal di dalam neraka
4. Hakikat iman itu adalah beribadah kepada Allah dan tidak menyembah selain-Nya siapa pun dia, entah itu nabi, malaikat, atau wali dan benda-benda keramat
5. Kesenangan dunia seisinya ini tidak ada gunanya apabila tidak diiringi dengan keimanan kepada Allah dan syukur kepada-Nya
6. Wajibnya bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita, terutama adalah nikmat hidup, dan cara mensyukurinya adalah dengan tunduk beribadah kepada-Nya dengan ikhlas dan mengikuti tuntunan. Sebab apabila ibadah itu hanya ikhlas dan tidak mengikuti tuntunan maka tidak diterima. Sebagaimana pula apabila mengikuti tuntunan namun tidak ikhlas, maka juga tidak diterima. Maka ibadah itu harus ikhlas dan harus mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Via Abumushlih.com

Wasiat Malaikat kepada Rasulullah SAW pada Peristiwa Isra Mi’raj


 Wasiat Malaikat kepada Rasulullah SAW pada Peristiwa Isra Mi’raj

1. Dari Ibnu ‘Abbas ra., Rasulullah bersabda: “Tidaklah aku berjalan melewati segolongan malaikat pada malam aku diisra’kan, melainkan mereka semua mengatakan kepadaku: ‘Wahai Muhammad, engkau harus berbekam.’”
2. Dari ‘Abdullah bin Mas’ud ra., dia berkata: “Rasulullah SAW pernah menyampaikan sebuah hadits tentang malam dimana beliau diperjalankan bahwa beliau tidak melewati sejumlah malaikat melainkan mereka semua
menyuruh beliau dengan mengatakan: ‘Perintahkanlah umatmu untuk berbekam.’”

3. Dari Ibnu ‘Umar ra., Rasululah SAW bersabda: “Tidaklah aku melalui satu dari langit-langit yang ada melainkan para malaikat mengatakan, ‘Hai Muhammad, perintahkanlah umatmu untuk berbekam, karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, al-kist, dan syuniz semacam tumbuh-tumbuhan.”

Sumber: Judul Buku: “Bekam cara pengobatan menurut sunnah Nabi” Penulis: DR. Muhammad Musa Alu Nashr

Senin, 20 Mei 2013

Raquel Polisi Detroit Amerika, Masuk Islam Karena Peristiwa 9/11


“NAMA saya Raquel. Saya adalah seorang perwira polisi di kota Detroit. Saya bekerja di sana dari 1996 sampai 2004, dan saya pernah ditembak pada tahun 2002. Saya ditembak ketika saya sedang bekerja. Saya sangat dekat dengan kematian dan saya tahu bahwa saya memiliki awal yang baru dan hidup baru.

Saya dulu tidak tahu bagaimana beragama. Saya hanya tidak tahu untuk apa agama dipercayai, sampai saya bertemu dengan beberapa teman Muslim yang benar-benar berbicara kepada saya dan menjelaskan banyak hal kepada saya.
Itu benar-benar mengubah hidup saya dan saya tidak takut mati lagi. Satu-satunya hal yang harus kita takuti adalah Allah dan kita tidak pernah tahu kapan hari berikutnya, mungkin saja kita yang berikutnya mati.

Sebelum saya menjadi Muslim, saya tidak memiliki pendapat yang kuat sejauh Muslim. Saya bukan seorang pro-Muslim atau anti-Muslim atau sesuatu seperti itu. Saya selalu
benar-benar berpikiran terbuka. Dan itu satu hal yang sangat berbeda tentang saya, bahwa saya benar-benar berpikiran terbuka dan saya menghormati orang atas apa yang mereka yakini.

Saya benar-benar marah ketika seorang polisi menyerang seorang Muslim karena alasan yang tidak jelas sama sekali. Terutama setelah 9/11. Ini benar-benar mengerikan dan benar-benar mengganggu saya. Hanya karena mereka adalah Muslim tidak berarti bahwa mereka adalah ekstremis atau mereka percaya pada keyakinan ekstremis.

Saya tahu teman-teman saya yang Muslim, dan mereka sama sekali bukan teroris. Ada orang baik dan buruk dalam setiap agama dan di setiap sektor kehidupan. Sama seperti polisi juga.

Kenyataan itu benar-benar menghancurkan hati saya, dan saat itulah saya benar-benar menjadi tertarik pada Islam setelah 9/11 karena saya begitu terganggu oleh hal-hal yang saya lihat sebagai seorang polisi di jalanan.” [islampos)

Kisah Murtad dari Islam karena Sombong


 Semua orang mengharapkan hidayah…, namun rasa sombongnya menghalanginya untuk bisa merangkulnya. Tak terkecuali sombong karena penampilan. Dan saya rasa, banyak wanita enggan berjilbab dan menutup aurat adalah contoh yang paling layak untuk ini. Meskipun tidak tidak dipungkiri, lelaki juga memiliki sikap yang sama.


Tersebutlah seorang raja, Jabalah bin Aiham. Pengusaha kerajaan Ghassan.. Sangat tertarik dengan islam. Diapun menulis surat kepada Khalifah Umar radhiyallahu ‘anhu meminta izin untuk datang ke Madinah, memeluk islam. Spontan Umar dan kaum muslimin sangat senang dengan maksud si Raja yang dulunya nasrani ini. Beliaupun menulis balasan, “Silahkan datang untuk bergabung dengan kami. Kita memiliki dan kewajiban yang sama.” Datanglah Jabalah bersama 500 penunggang kuda dari pasukannya. Ketika sudah dekat kita madinah, dia memakai baju yang dipintal dengan emas.., dan memakai mahkota kepala dengan manik-manik permata.

Sementara pasukannya memakai baju yang sangat indah. Masuklah Jabalah bersama pasukannya ke kota Madinah. Tidak ada satupun penduduk Madinah, kecuali semua mata mereka terbelalak melihat raja Ghassan. Sampai anak-anak dan wanita. Setelah sampai di rumah Umar, beliau menyambutnya dan mengajaknya duduk mendekat…

Sang raja memang benar masuk islam.., hingga akhirnya datang musim haji.

Pada musim haji kali ini, Umar melaksanakan haji, demikian pula Jabalah. Di sinilah mulai muncul masalah. Ketika thawaf, tiba-tiba kain ihram Jabalah terinjak seorang yang fakir dari suku Fazarah. Melihat hal itu, Jabalah langsung marah besar dan menempeleng si fakir, hingga hidungnya terluka. Si fakirpun marah, dan dia hanya bisa mengadu kepada Umar bin Khatab, sang Khalifah yang adil nan bijaksana.

Setelah Jabalah menghadap Umar, terjadilah dialog,

“Apa sebabnya kamu menampar saudaramu ketika tahawaf?, wahai Jabalah.., sampai hidungnya terluka.” Tanya Amirul Mukminin.

“Dia menginjak kain ihramku. Andaikan bukan karena menghormati Ka’bah, ingin kupenggal
kepalanya.” Jawab si raja.

“Nah, sekarang kamu sudah mengakui. Ada dua pilihan, bayar denda kepadanya yang membuat dia merelakan kesalahanmu atau qishas, dan aku akan menampar wajahmu.” Umar memutuskan.

“Saya diqishas?? … Padahal saya raja dan dia jongos!!” Jabalah keheranan.

“Wahai Jabalah, Sesungguhnya islam menyamakan statusmu dengan dia. Tidak ada yang membuat lebih mulia selain taqwa.” Jawab Umar.

“Kalau begitu, saya akan balik nasrani.” Tukas Jabalah.

“Siapa yang mengganti agamanya (murtad) maka dia dibunuh… jika kamu kembali jadi nasrani, aku akan penggal kepalamu.” Jawab Umar tegas.

“Berikan aku waktu sampai besok, wahai amirul mukminin.” Pinta Jabalah

“Ya, kami tunggu.” Jawab Umar.

Malam harinya, Jabalah dan beberapa tentaranya keluar dari Mekah.., dia menuju Konstatinopel dan kembali nasrani.

Setelah berlalu waktu yang lama dia tinggal di negeri nasrani, kesempatan menikmati lezatnya dunia mulai berkurang.. seiring dengan berkurangnya kemampuan indera manusia untuk menikmati dunia.

Tinggallah kerugian. Jabalah masih mengingat kenangan indah ketika menjadi muslim. Dia ingat betapa lezatnya shalat dan puasa bersama kaum muslimin.

Suatu ketika dia melantunkan bait syair sambil menangis,

Orang terhormat menjadi nasrani karena tamparan *** Andaikan dia bersabar, itu tidak membahayakan dirinya
Aku terdorong melakukannya karena kebanggaan dan kehormatan *** yang saat ini kutukar dengan mata yang buta
Andaikan ibuku tidak melahirkanku, duh andaikan aku *** kembali pada keputusan Umar
Duh andaikan aku memperhatikan si fakir *** dan aku berjalan di suku Rabi’ah dan Mudhor
Andaikan aku di syam, dengan hidup yang lebih sengsara *** saya duduk bersama rakyatku, dengan tuli dan buta.

Jabalah tak kuasa untuk kembali masuk islam. Dia tetap masuk nasrani sampai mati.. mati di atas kekufuran karena sikap sombongnya untuk tunduk pada aturan Tuhan semesta alam.

(Sumber: Syabakah Al-MiSykah Al-Islamiyah)

Ya'juj dan Ma'juj - Nabi Zulkarnain A.S




Dalam perjalanan Zulkarnain ke arah barat, di sebut dalam surah Al-kahfi ayat 86 :

“Hingga apabila dia sampai ke tempat terbenamnya matahari,dia melihat matahari terbenam pada laut yang berlumpur hitam…..”

laut berlumpur hitam itu jika kita anggapkan dengan perjalanan Raja Kurush bermula dari pusat empayarnya dari Iran ke barat,maka bertemulah kita dengan Laut Hitam! Laut yang berlumpur hitam itu adalah Laut Hitam kerana jika kita mengambil gambar dari udara,semua lautan lain airnya berwarna kebiru-biruan kerana didasarnya adalah pasir,kecuali hanya Laut Hitam yang berwarna hitam kerana dasarnya berlumpur hitam.
Selain itu ciri lain Zulkarnain ialah beliau boleh menerima wahyu,seperti firman Allah dalam surah Al-Kahfi…

“…dan kami berkata wahai Zulkarnain,kamu mampu menyiksa ataupun mampu berbuat kebaikan kepada mereka” – ayat 86.

Raja Kurush disebut dalam kitab perjanjian lama seperti buku Isaiah,U’zair dan Chronicle… sebagai seorang raja yang beriman. Jika diteliti sejarah, Raja Kurush menganut agama Zarathustra yang dibawa oleh Nabi Zahathustra. Pada asalnya agama ini tidak menyembah api dan ia adalah diantara empat agama wahyu ilahi.Namun lama kelamaan ia diselewengkan seperti kristian diselewengkan kepada Trinity juga.Nama Zarathustra bertukar kepada Zoroaster selepas itu di zaman yunani purba.Selepas kedatangan islam mereka disebut ahli Al-kitab.

Ternyata raja Kurush seorang raja yang pemaaf, tidak suka kepada pembunuhan, memberi kebebasan beragama dan memperkenalkan hak asasi manusia dan seorang raja yang adil seperti yang tercatat di Cyrus Cylinder.Raja Kurush adalah seorang hamba Allah yang beriman dan takut pada Allah. Beliau telah membebaskan tawanan yahudi dan membenarkan mereka pulang ke Jurusalem dan membina semula tempat ibadat yang pernah dibangunkan oleh Nabi Sulaiman untuk menyembah Allah. Contoh lain ialah ketika Raja Kurush menawan Lydia, rajanya yaitu Raja Croesus tidak dibunuh atau dizalimi tetapi sebaliknya dilantik sebagai penasihat dan sahabatnya pula.

Ciri Zulkarnain yang lain ialah beliau melakukan perjalanan ke arah Timur seperti firman Allah dalam surah Al-kahfi..

“Hingga ia sampai ke tempat terbitnya matahari(timur) dan mendapati suatu kaum yang tiada bagi mereka perlindungan”.

Sekali lagi dilihat Raja Kurush memenuhi ciri ini kerana beliau pernah bergerak ke Timur yaitu pernah menakluki Makran dan Sistani hingga ke Balkhan dan Afghanistan.

Ciri Zulkarnain yang lain ialah membina benteng besi penghalang Yakjuj Makjuj sebagaimana Firman Allah dalam surah al-Kahfi ayat 93-96 yang bermaksud :

“Hingga beliau(Zulkarnain) sampai diantara dua pengadang,beliau mendapati suatu kaum yang hampir-hampir tidak difahami bahasa mereka.Mereka berkata : Wahai Zulkarnain,sesungguhnya Yakjuj dan Makjuj adalah orang-orang yang melakukan kerosakan di muka bumi,maka bolehkah kami memberi kamu suatu pembayaran supaya kamu membina dinding antara kami dan mereka(yakjuj makjuj).Maka berkata Zulkarnain : apa yang dikuasakan oleh Tuhanku padanya adalah lebih baik,maka tolonglah aku dengan kekuatan tenaga manusia dan alat alat supaya dapat aku membuat dinding antara kamu dan mereka.Berikanlah kepada aku kepingan kepingan besi hingga apabila besi itu sama rata dengan kedua-dua puncak gunung itu,dia pun berkata:Tiuplah! Sehingga selepas besi itu menjadi merah seperti api,dia pun berkata : berilah kepadaku tembaga yang sudah dilebur untuk aku tuangkan kepadanya” [Al-Quran:surah Al-kahfi : 93-94 ]

Berkaitan dengan perkara di atas , Penduduk atau bangsa yang meminta bantuan dari Zulkarnain itu bukannya penduduk atau komunitas yang sembarangan,mereka ini adalah bangsa yang kaya raya kerana mereka sanggup membayar upah kepada seorang raja yang terkenal.
Mengikut pendapat ramai pakar sejarah, tembok Zulkarnain ialah satu tembok di kawasan Kaukasus di kawasan barat laut Kaspia. Ukurannya ialah 50 batu panjang,29 kaki tinggi dan tebalnya ialah 10 kaki.

Merujuk kepada penulisan Herodotus, beliau mengatakan keturunan Makjuj disebut Scythian dalam bahasa Yunani. Ia didukung oleh flavius Josephus selepas itu. Herodotus menulis bahawa Kaum Scythian pernah menguasai Madia /Empayar Parsi selama 28 tahun dan selepas itu mereka dikalahkan kembali oleh raja Kurush (Cyrus The Great).

Untuk mengetahui siapakah bangsa yang meminta bantua Zulkarnain, marilah kita merujuk ayat Al-Quran ,kata-kata Zulkarnain “maka tolonglah aku dengan kekuatan tenaga manusia dan alat alat supaya dapat aku membuat dinding antara kamu dan mereka”. Ada yang beranggapan ini bermaksud Zulkarnain hanya membantu mereka, sebenarnya mereka telah mahir dan mempunyai alat-alat tersebut (telah pandai bukan kaum yang primitif).

Maka siapakah bangsa misteri itu? Jika menurut penulisan Herodotus, kaum Georgian adalah golongan yang pertama sekali mengetahui cara melebur dan membentuk besi. Mereka berasal dari Selatan Kaukasus. Kaum ini di kenali sebagai Kolchis oleh orang purba Yunani dan Rom. Keturunan mereka telah disebut dalam kitab Genesis sebagai guru atau pengajar kepada semua kemahiran dan pertukangan yang melibatkan besi dan tembaga [Herodotus:Trans by William Beloe. (1831) :Jones&Co;University of Michigan]

Bangsa Armenia juga dikatakan mahir dalam pencairan besi di zaman purba.Walaupun begitu mereka – [ orang-orang Georgia dan Armenia] - selalu diserang oleh kaum dari utara yang disifatkan sebagai ganas dan liar iaitu kaum Scythian dan Cimmerian.


Dicatatkan bahawa dalam kurun ke 6 SM hingga ke 5 SM mereka dibawah taklukan Empayar Parsi yang ditadbir oleh Dinasti Achaemenes.Maka,siapakah raja dari Dinasti Achaemenes itu?... raja itu ialah… tidak lain dan tidak bukan Raja Kurush (Cyrus The Great).

jika mereka sudah tahu dan mahir membuat dan melebur besi,mengapa perlu meminta pertolongan Zulkarnain untuk membuat tembok besi itu???

Jawabannya ialah sudah pasti mereka meminta Zulkarnain membuat dan menyelenggarakan projek tersebut kerana pada waktu itu mereka di bawah kekuasaan atau kerajaan Zulkarnain.Rakyat mestilah memohon dan memaklum akan hasrat tersebut kepada pemerintah,Dengan bantuan Zulkarnain dan pengawalan bala tenteranya sudah pasti projek tersebut telah berjalan lancar selama 9 tahun dan siap tanpa gangguan dari kaum Scythian sebelah utara!

Alasan yang lain ialah mungkin mereka ingin teknologi pembinaan yang lebih canggih dari Zulkarnain yang ketika itu raja yang menguasai Timur dan barat memandangkan tembok yang ingin dibina ialah panjangnya 50 batu, 29 kaki tinggi dan tebalnya ialah 10 kaki itu tidak mampu dibuat oleh mereka tanpa bantuan teknologi Zulkarnain. Bayangkanlah bagaimanakah rupanya alat yang digunakan untuk MENIUP besi panas yang berwarna merah itu sebelum ia di campurkan dengan tembaga yang sudah lebur keatasnya seperti yang diterangkan dalam Al-Quran itu!

Jika disandarkan kepada kriteria Zulkarnain,maka Raja Kurush adalah orang yang paling layak dan beliau terbukti mempunyai teknologi yang hebat,contohnya ketika mengalihkan aliran sungai Euphrate sehingga aras airnya menurun ke aras paha dan memudahkan tentera berkudanya menyeberangi sungai tersebut lalu menakluki Babylon pada tahun 539 SM .

Kesimpulan

Maka Raja Kurush dari Empayar Parsi itulah Zulkarnain, Dialah yang membina tembok besi bercampur tembaga itu.
kaum Georgian dan Bangsa Armenia adalah kaum yang meminta dibina tembok.
Pada masanya Ya'juj dan Ma'juj adalah Kaum Scythian dan Cimmerian.

Ketika Melahirkan Adalah Waktu Berdoa Yang Mustajab


Ketika melahirkan adalah waktu yang terasa cukup berat bagi seorang ibu, bahkan ada ungkapan “ketika melahirkan adalah antara hidup dan mati”. Keadaan yang berat dan kesusahan adalah salah satu keadaan mustajabnya doa.

Allah Ta’ala berfirman,

أَمَّنْ يُجِيْبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوْءَ

“Siapakah yang mengijabahi (menjawab/ mengabulkan) permintaan orang yang dalam kesempitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan (siapakah) Dia yang menghilangkan kejelekan?” (An-Naml: 62)


Imam Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan,

ينبه تعالى أنه هو المدعو عند الشدائد، المرجو عند النوازل، … {أمن يجيب المضطر إذا دعاه} أي: من هو الذي لا يلجأ المضطر إلا إليه، والذي لا يكشف ضر المضرورين سواه

“Allah menjelaskan bawha Ia-lah yang diseru ketika keadaan susah dan sempit, Ia-lah yng diharapkan ketika terjadi musibah dan bencana… (“Siapakah yang mengijabahi (menjawab/ mengabulkan) permintaan orang yang dalam kesempitan”) yaitu Dia-lah tempat kembali orang yang kesusahan, tidak kepada yang lain. Dan Dia-lah yang menghilangkan/mengangkat bahaya, tidak ada yang lain.”[1]

Al-Quthubi rahimahullah berkata,

وجاء رجل إلى مالك بن دينار فقال: أنا أسألك با لله أن تدعو لي فأنا مضطر، قال: إذا فاسأله فإنه يجيب المضطر إذا دعاه

“seoranglaki-laki datang kepada Malik bin Dinar kemudian berkata, “saya meminta agar engkau mendoakan saya karena saya sedang kesusahan.” Maka Malik bin Dinar berkata, “berdoalah (doakan diri sendiri) karena Allah mengijabahi (menjawab/ mengabulkan) permintaan orang yang dalam kesempitan apabila ia berdoa kepada-Nya.”[2]

Hendaklah banyak berdoa ketika saat-saat melahirkan, meminta agar dimudahkan melahirkan, berdoa agar mendapat anak yang shalaih dan berdoa agar selamat dunia-akhirat atau doa yang lainnya.

Pertanyaan:

يتناقل في بعض المنتديات أن دعاء الحامل مستجاب، فهل هذا صحيح أم لا ؟

Ada berita yang sering
dinukil pada sebagian forum internet bahwa doa ibu yang hamil mustajab (lebih mudah dikabulkan), apakah berita ini benar?

فحري بالمؤمن أن يكثر من الدعاء في جميع الأوقات ويتحرى منها أوقات الإجابة فحري أن لم نقف بعد البحث على أن دعاء الحامل مستجاب ، بل هي كغيرها من النساء ، إلا إذا كان مقصود السائل بـ ” الحامل ” عند وضع الحمل ـ حال الطلق ـ فإنها تدخل في عموم الأدلة الدالة على استجابة الدعاء حال الاضطرار والشدة ، كما قال تعالى : ( أَمَّن يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ ) النمل/62 .
ولا شك أن المرأة حال الطلق من أشد الناس اضطراراً وكربة وشدة ، فحري أن يُستجاب لها

Jawaban: Alhamdulillah

Selayaknya seorang mukmin memperbanyak doa pada semua waktu dan memilih diantaranya waktu yang mustajab. Kami tidak mengetahui, setelah mencari-cari  (dalil) bahwa doa ibu hamil mustajab. Bahkan Ia sama dengan wanita yang lain.

Akan tetapi jika yang dimaksud oleh penanya adalah orang yang hamil ketika melahirkan –merasa sakit ketika melahirkan- maka ini termasuk dalam keumuman dalil bahwa diijabahkannya doa orang yang sedang dalam kesusahan dan kesempitan. Sebagaimana firman Allah,

“Siapakah yang mengijabahi (menjawab/ mengabulkan) permintaan orang yang dalam kesempitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan (siapakah) Dia yang menghilangkan kejelekan?” (An-Naml: 62)

Tidak diragukan lagi bahwa wanita ketika merasakan sakitnya melahirkan termasuk dalam keadaan yang susah dan sempit. Maka sudah selayaknya dimustajabkan.[3]

@R. Diklat RS Sardjito- Jogja, 9 Rabi’us Tsani 1434 H

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

[1] Tafsir Ibnu Katsir 6/203, Dar Thayyibah, cet, II, 1420 H, syamilah

[2] Jami’ liahkamil Qu’ran 13/223, Darul Kutub Al-Mishriyyah, Koiro, cet. II, 1384 H, syamilah

[3] Diringkas dari Tanya-Jawab Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, sumber: http://islamqa.info/ar/ref/155990

Ngalap Berkah Yang Aneh


Dikisahkan bahwa para pengikut al-Hallaj  sangat berlebihan dalam ngalap berkah padanya, sehingga mereka ngalap berkah dengan air kencingnya dan kotorannya. (Lihat Tarikh Baghdad 8/136-138 dan al-I’thisham 2/10 oleh asy-Syathibi)

Lebih parah lagi dari itu pada zaman sekarang, di Sudan ada yang ngalap berkah dengan cara berhubungan intim suami istri di kuburan wali dengan alasan untuk cari keberkahan dan agar kelak mendapatkan anugerah anak shalih(!). (Lihat at-Tabarruk Anwa’uhu wa Ahkamuhu hlm. 473-474 oleh Dr. Nashir al-Juda’i)


Setelah kuperhatikan, ternyata di negeriku ini ada yang mirip dengan kasus di atas bahkan mungkin lebih
parah. Jika pengikut al-Hallaj ngalap berkah dengan kotorannya, di Indonesia ada yang ngalap berkah dengan kotoran “Kyai Selamet” alias hewan kerbau keraton yang dikeluarkan pada bulan Muharram.

Dan jika di Sudan ada yang ngalap berkah dengan hubungan intim suami istri di kuburan wali, maka di Indonesia lebih parah lagi, malah hubungan seks bebas alias zina di makam keramat sebagai ritual ziarahnya. (Lihat Kuburan-Kuburan Keramat di Nusantara hlm. 134 dan 141 oleh Hartono Ahmad Jaiz dan Hamzah Tede.)
Ditulis oleh: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as Sidawi Hafizhahullah
Dikutip dari Majalah al Furqon Edisi 5 Tahun keduabelas, Muharram 1434, Hal.54

Pria Yaman ,Sang “Penyelamat” Ayat Ayat al Quran dan Kalimat Allah


Seorang pria Yaman melakukan  misi untuk “menyelamatkan Quran” setelah ia mengumpulkan berbagai macam Kitab  lebih dari 3.000 eksemplar kitab suci Islam selama lima tahun terakhir, ia menyimpan Quran tersebut di rumahnya.

Setiap hari, Qanaf Badi mencari dan menyelamatkan ayat suci tersebut melalui tong sampah di ibukota Yaman Sana’a untuk menemukan salinan Al-Quran dan bahan lainnya yang membawa nama Allah, dalam bahasa Arab.
Selain kitab suci, Badi mengumpulkan surat kabar, undangan pernikahan dan pamflet-materi di mana nama Allah yang telah ditulis. (Photo Courtesy: Yaman Waktu)

“Saya sudah melakukan ini sejak akhir tahun 2008. Saya keluar setelah shalat shubuh, atau kapan saja , untuk berjalan untuk mencari salinan suci Quran. Saya merasa sangat senang ketika saya menemukan beberapanya dan saya membawa ke rumah, “kata Badi kepada kantor berita Reuters pekan ini.

“Saya merasa sangat senang ketika saya menemukan kertas yang mengusung nama Allah di tempat sampah, bahkan walaupun itu sangat kecil,” Badi, mantan pekerja pabrik tekstil dan ayah dari tiga anak ,
menambahkan.

Pada akhir setiap hari, Badi mengambil  serpihan Al Quran yang dibuang dan ia kumpulkan kembali ke rumahnya , keluarganya kesal karena rumah mereka telah menjadi tempat penyimpanan untuk ribuan Al Quran dan barang-barang religius lainnya.

“Ibuku selalu berteriak dan meminta ayah saya segera menyimpan ke  ruang untuk semua serpihan buku yang dikumpulkan. Dia meminta sang ayah  untuk tidak memasukkan apapun serpihan di kamar tidur.

Tapi Badi juga bertekad untuk tidak menyimpan Al Quran tersebut di rumah, ia mengatakan ia berharap untuk memperbaiki Quran itu sebanyak mungkin dengan harapan bisa mengirim quran yang sudah ia perbaiki ke sekolah-sekolah dan masjid yang membutuhkan.

Sementara itu, Sheikh Jabry Ibrahim, seorang instruktur di Departemen Endowment, mengatakan Quran tidak boleh  dibuang dengan cara apapun.

“Meninggalkan Quran adalah kejahatan dalam dirinya sendiri, apalagi membuangnya di tempat sampah atau di jalan. Ini tidak bisa diterima, “katanya kepada Reuters.

Setiap Muslim percaya Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad selama hidupnya.(eramuslim)

Manfaat Susu Mbeeee "kambing"


Tema kali ini adalaha tentang susu kambing. Jarang memang menemukan masyarakat yang hobi minum susu kambing. mungkin anda juga sama dengan banyak orang diluaran sana yang ingin mengetahui manfaat susu kambing. untuk lebih menambah pengetahuan kita mari kita simak manfaatnya.

1. memiliki anti- inflamasi alami

Susu kambing dihomogenkan secara alami, dan gelembung-gelembung lemak dalam susu dengan mudah memisahkan diri atau jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan susu sapi. Dengan kondisi tersebut, membuat pencernaan menjadi mudah serta gampang diserap tubuh. Orang dengan masalah usus menemukan jawaban yang efektif untuk mengatasi penyakit radang usus. Sifat probiotik dalam susu kambing mengdorong sistem pencernaan berkembang dengan baik.
2. Mengandung asam lemak esensial

Susu kambing memiliki 35 persen asam lemak bila dibandingkan dengan 17 persen dalam susu sapi. Nutrisi dalam susu kambing lebih sehat dan lebih baik dikonsumsi mentah bahkan bagi seseorang yang tidak toleran dengan lakotosa. Susu kambing bisa menurunkan tingkat kolesterol dan bekerja lebih baik bagi yang memiliki masalah usus. Asam lemak antimikroba seperti asam kaprilat dan kaprat ditemukan melimpah dalam susu kambing.

3. Menenangkan sistem
pencernaan

Susu kambing bekerja cemerlang bagi yang sedang pengobatan maag. Tak ada protein kompleks dalam susu kambing yang membuat risiko alergi berkurang dibandingkan susu sapi. Susu kambing memiliki kemampuan untuk menenangkan saluran pencernaan dan memuaskan rasa lapar lebih efektif untuk anak-anak.

4. Menghindari penumpukan lendir

Ribuan orang melaporkan susu sapi membuat alergi dan rentan terhadap pernapasan. Susu kambing merupakan alternatif untuk mengobatinya. Lemak yang tinggi dalam susu sapi merupakan alasan penumpukan lendir. Gelembung-gelembung lemak dalam susu kambing setidaknya sepersembilan yang hadir pada susu sapi. Karena itu, iritasi di usus bisa dihindari.

5. Bertindak sebagai agen metabolik

Penelitian dan studi yang dilakukan mengungkapkan susu kambing meningkatkan kemampuan untuk memetabolisme zat besi dan tembaga, khususnya pada orang yang memiliki penyerapan dan pencernaan terbatas.

6. Kaya kalsium

Orang mengonsumsi susu sapi untuk meningkatkan asupan kalsium dan me
ncegah keropos tulang, susu kambing di sisi lain juga sangat kaya akan kalsium dan asam amino triptofan. Manfaat kambing susu sangat banyak karena lebih sehat terutama ketika dikonsumsi mentah.(Mel/Igw)

Jumat, 17 Mei 2013

Pencurian Jasad Nabi Muhammad SAW


Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh kondisi umat islam pada masa dinasti Abbasiyah di Baghdad. Kondisi umat Islam saat itu menunjukkan situasi  yang semakin melemah dari waktu ke waktu.  Umat Islam mengalami perpecahan sehingga menyebabkan berdiri nya beberapa kerajaan Islam di beberapa daerah. melihat kondisi yang demikian tak di sia-siakan begitu saja oleh orang-orang nasrani yang merasa kesempatan emas untuk mencoreng wajah umat Islam dan membuat umat Islam jatuh ada di depan mata. Diam-diam mereka telah menyusun rencana untuk mencuri jasad Nabi Muhammad. Setelah terjadi kesepakatan oleh para penguasa Eropa, mereka pun mengutus dua orang nasrani untuk menjalankan misi keji itu. Misi itu mereka laksanakan bertepatan dengan musim haji. Dimana pada musim itu banyak jamaah haji yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk melaksanakan ibadah haji. Kedua orang nasrani ini menyamar sebagai jamaah haji dari Andalusia yang memakai pakaian khas Maroko. Kedua spionase itu ditugaskan melakukan pengintaian awal kemungkinan untuk mencari kesempatan mencuri jasad Nabi SAW.

Setelah melakukan kajian lapangan, keduanya memberanikan diri untuk menyewa sebuah penginapan yang lokasinya dekat dengan makam Rasulullah. Mereka membuat lubang dari dalam kamarnya menuju makam Rasulullah.
Belum sampai pada akhir penggalian, rencara tersebut telah digagalkan oleh Allah melalui seorang hamba yang akhirnya mengetahui rencana busuk itu
Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki, adalah seorang hamba sekaligus penguasa Islam kala itu yang mendapatkan petunjuk melalui mimpi akan ancaman terhadap makam Rasulullah. 
Sultan mengaku bermimpi bertemu dengan Rasulullah sambil menunjuk dua orang lelaki berambut pirang dan berujar: “ Wahai Mahmud, selamatkan jasadku dari maksud jahat kedua orang ini.” Sultan terbangun dalam keadaan gelisah lalu beliau melaksanakan sholat malam dan kembali tidur. Namun, Sultan Mahmud kembali bermimpi berjumpa Rasulullah hingga tiga kali dalam semalam.
Malam itu juga Sultan segera mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan dari damaskus ke madinah yang memakan waktu 16 hari, dengan mengendarai kuda bersama 20 pengawal serta banyak sekali harta yang diangkut oleh puluhan kuda. Sesampainya di Madinah, sultan langsung menuju Masjid Nabawi untuk melakukan sholat di Raudhah dan berziarah ke makam Nabi SAW. Sultan bertafakur dan termenung dalam waktu yang cukup lama di depan makam Nabi SAW.
style="line-height: 150%; margin: 0pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;">
Lalu menteri Jamaluddin menanyakan sesuatu, “Apakah Baginda Sultan mengenal wajah kedua lelaki itu? “Iya”, jawab Sultan Mahmud.
Maka tidak lama kemudian Menteri Jamaludin mengumpulkan seluruh penduduk Madinah dan membagikan hadiah berupa bahan makanan sambil mencermati wajah orang yang ada dalam mimpinya. Namun sultan tidak mendapati orang yang ada di dalam mimpi itu diantara penduduk Madinah yang datang mengambil jatah makanan. Lalu menteri Jamaluddin menanyakan kepada penduduk yang masih ada di sekitar Masjid Nabawi. “Apakah diantara kalian masih ada yang belum mendapat hadiah dari Sultan?”
Tidak ada, seluruh penduduk Madinah telah mendapat hadiah dari Sultan, kecuali dua orang dari Maroko tersebut yang belum mengambil jatah sedikitpun. Keduanya orang saleh yang selalu berjamaah di Masjid Nabawi.” Ujar seorang penduduk.
Kemudian Sultan memerintahkan agar kedua orang itu dipanggil. Dan alangkah terkejutnya sultan, melihat bahwa kedua orang itu adalah yang ia lihat dalam mimpinya. Setelah ditanya, mereka mengaku sebagai jamaah dari Andalusia Spanyol. Meski sultan sudah mendesak bertanya tentang kegiatan mereka di Madinah. Mereka tetap tidak mau mengaku. Sehingga sultan meninggalkan kedua lelaki itu dalam keadaan penjagaan yang ketat.
Kemudian sultan bersama menteri dan pengawalnya pergi menuju ke penginapan kedua orang tersebut. Sesampainya di rumah itu yang di temuinya adalah tumpukan harta, sejumlah buku dalam rak dan dua buah mushaf al-Qur’an. Lalu sultan berkeliling ke kamar sebelah. Saat itu Allah memberikan ilham, sultan Mahmud tiba-tiba berinisiatif membuka tikar yang menghampar di lantai kamar tersebut. Masya Allah, Subhanallah, ditemukan sebuah papan yang di dalamnya menganga sebuah lorong panjang, dan setelah diikuti ternyata lorong itu menuju ke makam Nabi Muhammad.
Seketika itu juga, sultan segera menghampiri kedua lelaki berambut pirang tersebut dan memukulnya dengan keras. Setelah bukti ditemukan, mereka mengaku diutus oleh raja Nasrani di Eropa untuk mencuri jasad Nabi SAW. Pada pagi harinya, keduanya dijatuhi hukum penggal di dekat pintu timur makam Nabi SAW. Kemudian sultan Mahmud memerintahkan penggalian parit di sekitar makam Rasulullah dan mengisinya dengan timah. Setelah pembangunan selesai, sultan Mahmud dan rombongan pulang ke negeri Syam untuk kembali memimpin kerajaannya.